Perkembangan Fintech Di Indonesia


Perkembangan dunia fintech saat ini mengalami kemajuan, terutama di indonesia. hal tersebut dipengaruhi oleh kebutuhan yang semakin meningkat. mulai dari jual beli online, kredit pinjaman, tabungan sampai investasi. dan untuk saat ini terdapat 77 fintech yang sudah terdaftar memiliki izin OJK (update agustus 2021). ditambah saat ini trend jual beli, kredit dan investasi online mulai meningkat akibat pandemi. sebuah situasi yang membuat orang harus mengerjakan banyak hal dari rumah.

Selain itu juga kemudahan mengakses semua layanan fintech hanya dari sebuah smartphone. katakanlah untuk membayar barang yang mau kita checkout, kita bisa gunakan banyak aplikasi. mulai dari dana, ovo, shopeepay, ataupun gopay dan masih banyak lagi. bahkan kita bisa membayar barang tersebut jatuh tempo 1 bulan atau lebih dengan sistem pengkreditan mereka.

Bahkan untuk meminjam dana, saat ini kita tidak perlu ke bank atau hutang ke rentenir. cukup dengan mengakses dari beberapa layanan fintech di sektor pinjol atau pinjaman online kita sudah bisa mendapatkan dana segar. contohnya seperti modalku, koinworks, investree, dan masih banyak lagi.

Hanya dengan bermodal ktp saja kita sudah bisa meminjam dana ke layanan fintech tersebut. dan menurut OJK, terdapat UMKM di indonesia itu membutuhkan bantuan kredit sebesar 1.700 triliun rupiah. dan saat ini lembaga keuangan baru bisa menyalurkan kredit sebesar Rp. 700 triliun. sedangkan untuk fintech baru mencapai Rp. 113,46 triliun.

Artinya masih banyak sekali celah yang bisa di isi para fintech peer-to-peer P2P lending untuk menyalurkan dana mereka. selain celah tersebut terdapat kemudahan layanan fintech yang tidak ribet yang jadi alasan fintech lebih dipilih masyarakat luas terutama para anak muda, ketimbang bank. hal tersebutlah yang membuat saat ini banyak sekali pinjaman online bermunculan. entah itu legal ataupun ilegal.

Fintech sendiri berasal dari gabungan dua kata, financial dan technology yang berarti inovasi teknologi digital yang berfungsi untuk mempercepat serta memberikan pelayanan dalam jasa keuangan. selain itu mempermudah masyarakat dalam mengakses produk keuangan dan bertransaksi.

Awal Mula Fintech

Dalam perkembangannya, fintech berawal dari sebuah evolusi perangkat komunikasi dan transportasi di tahun 1886. di kala itu dikembangkan sebuah kabel trans atlantik yang membuka jalan sistem transfer dana elektronik pertama kali menggunakan kode morse dan telegraf.

Namun, di tahun 1950-an lahirlah kartu kredit pertama di dunia. yang merubah sistem pembayaran cash menjadi non tunai. dan di tahun 1967 dunia keuangan bertransformasi dari sistem analog ke digital dengan pemasangan ATM pertama di dunia oleh bank barclays.


 

Dan di tahun 1980-an sistem perbankan online mulai berkembang serta disusul juga berkembang pesatnya dunia internet ditahun 1990-an. yang sekaligus melahirkan banyak sekali pemain e-commerce. dan baru ditahun 2005 fintech P2P lending baru hadir di zopa inggris.

Perkembangan Di Indonesia

Sedangkan perkembangannya di indonesia sudah terjadi sejak tahun 2006. tetapi baru dipercaya masyarakat luas sejak berdirinya Asosiasi Fintech Indonesia (AFI) di tahun 2015. keunggulan fintech menjangkau banyak kalanganlah yang membuat fintech diterima baik oleh banyak masyarakat.

Serta persyaratan birokrasi yang tidak berbelit-belit juga jadi alasan fintech jadi pilihan. kemudahan itulah yang membuat dunia keuangan konvensional dengan segudang persyaratan yang rumit mulai tergeser.

Selain itu fintech juga praktis dan mudah digunakan. bayangkan saja, dalam waktu sekejap kita bisa mengajukan pinjaman online, terus dalam hitungan detik kita bisa berinvestasi ke sebuah perusahaan. dan hanya modal klik-klik doang, kita sudah bisa melakukan pembayaran.

Saat ini para pelaku UMKM kebanyakan juga memilih fintech sebagai tempat meminjam dana usaha. selain bunganya rendah prosesnya pun juga mudah. karena di perusahaan fintech jenis P2P lending, para pelaku UMKM akan langsung dihadapkan oleh investor yang siap mendanai mereka.

Dan ditahun 2021 trend fintech diprediksi akan mengarah ke RPA (Robotic Process Automation) dan Digital-only banks. sebuah kemajuan teknologi di dunia fintech yang akan terjadi.

(RPA) Robotic Process Automation adalah sebuah sistem yang mampu menggantikan tugas manusia dalam bidang keuangan. seperti proses pembukaan dan penutupan rekening, mengelola audit request, membantu klaim asuransi dan lain sebagainya.

Sedangkan Digital-only banks adalah sebuah sistem yang mirip perbankan biasa tapi seluruh aktivitasnya terjadi secara online. seperti jenius, bank jago, bank neo, dan lain sebagainya. di Digital-only banks seorang nasabah tidak perlu mengantri untuk membuat tabungan. mereka hanya perlu membutuhkan PC atu smartphone untuk mengelola keuangannya.

Jika dilihat, Kedua sistem diatas cepat atau lambat akan menggeser sistem konvensional karena fleksibilitas yang mereka punya serta kemudahan bagi para pengguna.


 

Copyright © 2022

   

teknikgadget.com